"Renunglah sinar rembulan bila saat rindukan saya.. pasti wajah saya menjenguk hadir.. seindah sinar rembulan, seindah itulah cinta saya pada awak.. walaupun jauh untuk digapai, awak tetap indah dan menawan dalam hati saya.."

Photobucket


Tuesday, June 30, 2015

BUAT KAMU DISANA..



Aku tahu kamu sangat sedih disana..
apa dirasa aku jua turut merasa
larut bersama tiap hela denyut kata
biar itu hanya sebuah olah dalam rasa
tanpa suara yang bisa terlontar bicara
menghambur tiap lenggok tari nada 
tenangkan jiwa.. pejamkan mata
kembalikan semula kuasa yang ada..


Aku tak bisa berlari kesana
memujuk tiap jeritan derita
sakit yang kadang menyiksa

terbuat rasa resah tak kena

terus kuat melawan segala
agar terus perkasa bak serikandi cinta
yang selalu duduk dalam singgah sana
tak pernah padam selama..

Kamu disana.. 
tenanglah.. basuh semula airmata
peluk erat semula bahagia rasa
hapus segala apa yang tergugat jiwa
damailah rasa cinta penuh ceria..
senyumlah bunga-bunga cinta..


p/s: kutitip bersama lagu ini dendangan Eddie Hamid.. kerna itu yang kurasa tika ini... dan lagu ini menarik aku untuk mengubah puisi ini.. tiada kena mengena dengan kamu pon.. cuma aku yang terlarut dalam gubahan rentak alunannya..  "Segalanya Telah Berakhir"



" Di dalam diri ini
Tersimpan duri-duri
Luka yang kau tinggalkan
Tak terpadam walaupun balutnya

Pedihnya hati ini
Mengenangkan kembali
Kemesraan cinta kita
Hancur berkecai di simpang jalan

Mengapa tergamaknya hatimu
Menghancurkan impianku
Untuk memilikimu
Apakah tidak layak untukku
Menyuntingkan dirimu
Menghiasi kamarku yang gelisah

Segalanya telah berakhir
Tanpa kerelaan daku
Ku terima suratan takdir
Untukku melupakan dirimu
Ku terima suratan takdir
Untukku melupakan dirimu "

Sahabat... ketahuilah kamu terlalu sangat beruntung dari aku.. dakaplah bahagia sehabis hayat yang ada.. jangan pernah mengalah biarlah jalan yang ditempuh berliku-liku onaknya.. percaya pada diri.. percaya pada takdir.. percaya pada Yang Maha Pencipta..