"Renunglah sinar rembulan bila saat rindukan saya.. pasti wajah saya menjenguk hadir.. seindah sinar rembulan, seindah itulah cinta saya pada awak.. walaupun jauh untuk digapai, awak tetap indah dan menawan dalam hati saya.."

Photobucket


Sunday, October 19, 2008

PENJAGA HATIMU


Jauh disudut hati ini
Tidak ingin sekali kau terluka
Dengan susunan tintaku bergerigi
Apatah lagi tercalar dihati
Agar dapat kau gurindamkan
Dengan senyum dan tenang

Jauh disudut hati ini
Tak ingin lemparkan setitispun sengsara
Dari setiap pesan yang ku curahkan
Agar menjadi cahaya untuk kau berjalan
Dilaluan yang gelap sendirian
Berdepan dengan setiap ujian
Tanpa perlukan bantuan dan teman
Dimasa akan datang

Namun… aku
Tak lari dari itu semua
Terkadang terluncur juga kata-kata berbisa
Meninggalkan parut-parut tersisa
Walau niatku terpancar suci
Tak selalu nampak berseri

Jauh disudut sana
Aku sentiasa melihatmu
Tiap lagu menjadi nyanyian dihati
Selalu bernada sendu
Dan…. Aku jadi kelu

Jauh disudut sana
Aku sentiasa melihatmu
Tiap bicara kau lemparkan
Ada tawa ada bahagia
Aku terasa lega

Biarpun aku selalu disudut sana
Aku tetap ada disitu
Kala kau lihat gelap malam
Atau terluka dicalar duga
Atau mungkin hilang semua gelak tawa
Yang pernah dicipta
Aku akan hadir menemani
Akan kuberi dian sekali lagi
Untuk kau lalui kembali
Jalan malam ini sendiri
Supaya menjadi berani
Supaya terus hadapi segala kesulitan
Kerana dunia ini memang begini
Hanya ada pelajaran dalam pengajaran
Untuk kau kutip di masa depan

Percayalah….
Aku tak minta difahami saat ini
Suatu hari nanti
Saat jalan-jalan bahagia kau miliki
Aku takkan lagi menemani
Tak bisa menjadi penjaga hati
Yang sering memerhati
Kerana aku harus kembali
Kepada urusan yang lebih pasti

Saat itu….
Ketika aku melangkah pergi
Aku akan tinggalkanmu dengan tenang sekali
Dan bersemadi diruang hati
Yang tak pernah mati pada mereka yang diingati
Ku kembali kesisi mereka yang tercinta
Untuk capai bahagia
Dan nikmati cinta
Seadanya

:: HS ::

*Kadang kala aku juga melalui hari-hari yang sukar.. seperti juga dengan kamu mungkin? yang tak dapat aku lihat pada pandangan mata.. hanya dapat merasa dalam bait-bait kata yang terlakar.. hingga kadang aku jadi risau entah apa memikir tentang kamu disana?. cuba bangunkan minda dari memikir yang bukan-bukan dan berdoa kamu tidak apa-apa disana.. kalau ada apa-apa pon berlaku, pohon aku pada Tuhan moga kamu tabah menghadapi segala ujian yang diberikan..

Saturday, October 18, 2008

Simpan diam disini..

"Aku....
Aku perlukan kamu bukan untuk mengintai dari sudut sana.
Tapi untuk sama lengkapkan apa yang ada
Kelak, andai tanpa aku
Jengahlah ikut mahumu
Sekali ini saat aku masih disini
Bersamalah dalam tarian pena ini
Walau hanya sekali kau singgah
Tinggalkan pesanan diri"



"Tak semua miliki kejujuran?
Nah... aku meminta kejujuran kerana setiap manusia itu bisa.
Bisa melakukannya apa yg orang lain lakukan. Jika kamu menuntut kejujuran dari org lain, pasti orang lain juga begitu bukan? Maka, aku menuntutnya kepada semua kerana aku bisa berlaku jujur.

*Menjujurkan diri kepada orang lain adalah langsungan kaitan kepada kejujuran diri sendiri. Menidak kejujuran pada orang lain adalah pencabulan naluri hak diri kita sendiri"



"Ermmm..
Kamu sangat penting bagi aku
Sepenting Ayu juga dalam hidupku
Kerana kalian berdua menyeret aku kembali
Dan aku tak bisa kehilangan orang yang sama penting dgn pena dan puisi disini..."


"Sahabat...
Andai bisa aku tiupkan seruling puisi
Menjadi gelombang cinta
Hingga seluruh cakrawala bisa terpana
Nescaya sorak sorai dunia menjadi gempita
Lelangit berbumbung tujuh akan runtuh
Bebumi berlapis tujuh juga terbelah
Menjadi kuburan cinta yang tak punya apa

Tidak....
Aku kembali untukmu
Menjadi sorak sorai halwanya pesona
Lenggang pena bertinta menjadi darah
Lenggok puisi berirama menjadi nadi
Nafas itu berbunyi dalam lagu terkadang layu

Aku berpencak...
Bukan untuk dilihat kejauhan sana
Bukan untuk dekat mendengar tepuk
Tapi sokong yang tak lapok
Seketika saat nan ada...
Kita bersama untuk tacap gembira
Bukan sendiri aku leka
Dek pesona irama puisi
Membawa larut sendiri

*Aku perlukan sokongan dan dorongan
bukan pandangan kosong lagi"




" Wa....
Kita bersahabat bukan hari ini
Tapi aku ingin sekali mengatakan ini...

Sungguh... kita bersahabat bagai cara orang asing tapi aku tidak pernah anggap kamu asing. Terkadang puisi/pena menembak kamu atas dasar tekaan tapi jauhnya bukan kamu. jauhnya tersasar bukan untuk kamu. Juga bukan untuk pendamping yang lain. Aku mahu kamu terus menjadi pendamping disini bukan untuk membaca dan berdiam disana. Aku tidak lagi sekuat dulu....

Hari ini....
Aku cuma mahu mengumpulkan pedamping aku dalam dunia aku. Sebelum aku lemah dan kalah dengan kehidupan mendatang. Sebelum aku kehilangan hari utuk terus berjuang. Dan benarkan aku merebut peluang ini untuk kita bersama dalam arena maya sebelum kita dijemput ke alam baka'. Dan aku tak pernah lupakan siapa yang terawal menjadi sahabat ku. Tidak sama sekali. Jadi, jangan layan aku seolah aku terlupa punya kawan-kawan lama. pls!

*Biarpun terluka dan melukakan, kita bkn ditakdirkan utk dilukakan. Tapi dijaga dalam persahabatan yang dibina.

sahabatmu - makcik bulan"





* Maaf, aku curinya disana dan simpan diam disini.. ermm.. nak menulis lagi, tapi mata kian memberat dan berair.. nyampah pula line server nih! tadi manjang dc... bila mata aku hampir layu terkatup ok pula dia.. geramnyaa!.. da nantuk gila.. OUT!

Jangan Bersedih..


Jangan bersedih..
Dapat aku merasa
Kemelut yang menghambat jiwa
Derita yang bersarang tumbuh
Tekanan kusutan yang melanda
Biar yang aku lihat bukannya genang airmata
Hanya tarian kata-kata..

Jangan bersedih..
Usirkan rasa menjeruk itu
Hapuskan benih kecewa yang bisa tertumbuh
Leraikan kusut yang tersimpul
Selirat membelit jiwa lara
Terbuat kalah perang tsunami..
Jangan benarkan titik hitam bersarang
Bisa buat kau murung hampa
Melarikan sembunyi dicerca hebat
Yakinkan pada diri
Keberanian itu telah pun sebati ada
Kehebatan pejuang para pencinta
Biar kadang kau ada ketika goyah
Melawan tusukan tombak terhunus
Berdepanlah dengan berani
Pastinya kau mampu!

Jangan bersedih..
Aku tetap selalunya ada
Sentiasa erat memimpin tangan
Mendakap penuh doa restu
Biar dari kejauhan tak terlihat
Terpandang dekat dimata..
Jalinan ini bukan dari susunan indah kata
Tapi hadir lahir dalam jiwa
Membekas terus menyelinap rasa
Terbuat simpulan kukuh
Bernama talian persahabatan
Sukar untuk terlerai..

Jangan bersedih..
Benar mungkin
Aku bukan sahabat yang sempurna
Bisa jadi pedamping yang setia
Selalu ada untuk temani
Tiap hari sukar dan bahagia
Namun tetap mahu menjadi
Sahabat yang baik dihati kamu
Biar kadang kita sering jauh
Terbuat kamu mungkin sering tertanya
Tak seperti mereka yang selalu dekat..

Jangan bersedih..
Biar jauh jarak kita
Tiada selalu warkah berjela terutus
Suara melagu nyanyian rindu
Meriuh geletek jiwa ditelinga,
Aku tetapkan ada bersama temani
Biar tak lihat pada pandangan nyata
Rinduku sentiasa semarak,
Kasihku sentiasa bertunas,
Sayangku sentiasa kian mekar
Biar kadang suaranya tenggelam
Pada susunan baris kata..

Jangan bersedih..
Tenangkan kembali rasa kecewa
Redakan sakit yang terbelit
Hapuskan suara bingit menghasut
Hirup kembali tenaga segar hidup
Nikmatilah penuh keinsafan
Pada bahagia jiwa
Biar hanya nyawa tinggal hujung nafas..

Jangan bersedih sayang..
Lekas sapukan segera
Genangan airmata itu dari terusan tertumpah
Kembalikan senyumanmu semula..

:: Azwa Safwa ::

Thursday, October 16, 2008

Hadiahkan buat kamu..


Ada baiknya,
tak mencatat hidup
dalam lembar-lembar buku harian
Suatu masa
jika membacanya lagi
Manis,
membuat kita ingin kembali pahit
membuat duka tak bisa lupa
Ada baiknya,
merenung hidup dalam penjuru sepi
Tak perlu malu
mengenang, tersenyum
atau menangis
Setelah itu, siram semua
bersiap menerima makanan baru
yang lebih baik dari kelmarin

Harapanku tuhan,
beri dia yang kucinta
hati yang tabah,
sabar,
agar selalu tegak berdiri
menatang kerasnya hidup
dan tolong bimbing dia
ke jalan yang benar
senang dalam segala hal
cita-cita dan impian
semoga berhasil

kerana aku telah jauh darinya..

Tahukah kamu puisi ini kusimpan diam dalam sudut hati aku.. puisi ini benar menyentuh jiwa aku.. saat aku jengah kembali jendela rumahmu, kembali dengan izinmu.. terkejut aku menatap perkhabaran pemergian ayahanda tercinta.. pohonku kamu tetap terus sentiasa tabah atas perpisahan itu dan tetap bersemangat penuh meneruskan kehidupan.. Jangan pernah mengaku kalah tiap takdir yang tertulis pada diri kita. Sekalung doa dan Al-Fatihah ku hadiahkan buat arwah ayahanda tercinta.. maaf, langsung tak pernah sempurna menjadi sahabat yang baik..

Untuk kamu, ku hadiahkan puisi hasil sentuhan kamu dengan penuh kasih sayang buat kamu.. kerna ia adalah hadiah yang begitu mahal maknanya.. hayatilah dan sisipkan jadi pedampingmu.. kembali senyum..